Kamis, 03 Agustus 2017

Kreatif untuk kemasan Inovatif

24 July 2012  Sejarah Kemasan
Tentu, kita orang pengen produk yang kita jual tampil cantik, namun untuk membuat produk tampil cantik, tidak semudah yang kita angankan. Ada kalanya kita memiliki keinginan yang besar, namun tidak tahu harus dari mana kita memulai pembenahan kemasan produk.
Ada yang punya ide bentuk kemasan yang unik, namun mereka belum pernah menghitung berapa cost/ biaya yang harus ditanggung untuk membuat kemasan tersebut, ada pula yang menginginkan desain kemasan seperti yang diangankan, namun karena tidak mempunyai kemampuan dibidang desain grafis dan kemampuan dalam software grafis, jadinya desain yang dibuat tidak seindah yang diangankan.
Membuat desain bentuk, khususnya desain yang unik dan original tidaklah mudah dan murah, perlu riset dan perhitungan yang cermat sehingga bahan yang digunakan effisien. Kali ini kami coba membahas salah satu produk yang kita bawa dari Australia pada kesempatan study yang saya lakukan bulan april 2012 yang lalu.
Mengapa saya memilih kemasan ini sebagai salah satu yang saya incar, jawabannya adalah kita bisa mengkamuflase produk, sehingga produk yang sebenarnya hanya sedikit terlihat banyak, dan konsumen akan menangkap persepsi bahwa produk kita murah.
kemasan tersebut adalah sbb

Kemasan tersebut diatas menurut saya cukup sederhana namun berkelas. jika anda ingin tahu apakah isi dari kemasan tersebut diatas anda pasti akan tertawa dan berpikir bahwa produk seperti itu aja di kemas dengan mewah…. mau tahu apakah isi kemasannya …… benar-benar ingin tahu…..
isi kemasan tersrbut adalah kembang gula (arbanat : jawa)
Betul sesuatu yang kurang dipandang, dengan kemasan yang kreatif menjadi oleh-oleh yang boleh dikatakan “direkomendasikan” oleh masyarakat. saya yakin, tentunya produk anda jauuuhh lebih baik dari produk yang saya sebutkan tersebut diatas, namun anda masih bingung dengan kemasan yang paling cocok. mengapa produk ini terpilih untuk saya bahas…. jawabannya adalah seperti gambar dibawah ini

Iyaa…. kemasan produk ini terdiri dari 2 bagian, bagian pertama sebagai chasing, dimana dalam chasing tersebut diatas kita bisa fully explore desain grafis yang kita inginkan, sedang kemasan dalamnya terdiri dari kemasan yang menciptakan penuh bagi produk yang dikemasnya. coba anda perhatikan betapa tebalnya border pada kemasan dalam tersebut, semakin besar border, semakin sedikit ini yang dikemas. namun pembeli tidak akan tahu jika mereka melihatnya secara sekilas, dan itu yang sering terjadi di dalam dunia pemasaran. border yang saya maksud adalah seperti gambar dibawah : 
Jadi dengan sedikit bermain ketebalan border, kita bisa menciptakan kesan produk kita tampil penuh, meski kenyataannya tidak demikian. pertanyaannya apakah berarti kita menipu ???? jawabannya adalah tidak, sebab secara jelas netto/ berat dari produk harus secara jujur kita sampaikan. mata boleh kita kelabui, namun kejujuran adalah faktor yang mutlak bagi UKM yang akan sukses ?

Sumber : www.kemasan.net

Inovasi kemasan

 

   Umumnya, kita terlalu sibuk dengan rutinitas kegiatan sehari-hari kita, baik masalah produksi, pemasaran ataupun masalah masalah lainnya. terkadang kita juga sudah merasa bahwa kita sudah berusaha semaksimal mungkin, mis : produksi sudah ditingkatkan semaksimal mungkin, kualitas juga sudah diperbaiki sebaik mungkin dan juga urusan pemasaran juga sudah diupayakan sehebat mungkin, namun angka penjualan kok juga tidak naik-naik, kalaupun toh naik yaa tidak sebesar harapan kita…. lalu apa kita berkata pada diri kita sendiri … WHATS GOING ON ……(ada apa ini..)
   Ada suatu pepatah mengatakan bahwa semua didunia ini mengalami suatu perubahan kecuali 1… apakah itu.. ??? jawabannya adalah PERUBAHAN itu sendiri.
   Jadi sesuatu pasti berubah, umur kita dari hari kehari pasti bertambah, rekening tagihan kita makin hari makin bertambah, yang jelas pasti ada perubahan disekeliling baik kita sadari atau tidak kita sadari. Ada hal yang unik menurut saya mengenai perubahan ini. umumnya kita menginginkan perubahan yang ke-arah yang lebih baik. mis: pengen penghasilah berubah menjadi lebih besar, pengen kendaraan yang lebih baik, atau pengen berlibur ke luar negeri. Kita banyak pengennya, pengen ini pengen itu, namun disadari atau tidak,
kita tidak ingin diri kita dirubah, mis : jika kita pengen penghasilan/ tabungan menjadi besar, maka kita harus merubah diri kita sendiri, baik cara kita bekerja (metode), maupun
   Waktu kita bekerja (time). kita kepingin penghasilan bertambah, tapi kita sendiri ngga mau kerja lebih awal dan pulang lebih akhir. kita pengen tabungan bertambah, namun cara kerja kita begitu-begitu saja (tanpa adanya inovasi)
   Kita kembali ke laptop …….
   Berkaitan dengan kemasan, kemarin malam saya jalan-jalan ke supermarket…. biasalah menghabiskan uang receh ….
   Namun ketika saya melewati sebuah lorong makan, mata saya tertuju pada produk lama yang sudah melegenda namun dengan kemasan yang sangat menarik yaitu dodol picnic. berikut perbandingan kemasan yang pernah saya tahu sebelumnya dan kemasan terkini

   Ini adalah tampilan dodol yang selama ini saya kenali, namun beberapa saat yang lalu saya temukan dodol dengan merk yang sama namun telah memiliki tampilan yang menawan

   Namun kini dodol dengan merk yang sama menjelma menjadi suatu produk yang menurut saya layak dijadikan oleh-oleh bukan hanya oleh oleh dalam negeri, bahkan telah layak dijadikan oleh oleh ketika kita berkunjung ke negara lain. selain ke-khas-an dari produk aseli Indonesia, kemasannya juga sudah kelas Internasional.
   Inilah yang saya maksud dengan adanya perubahan, bolehlah kita mengklaim bahwa produk kita paling enak, bolehlah kita juga mengklaim bahwa produk kita termurah. namun jika besarnya potensi produk yang “enak dan murah” tersebut tanpa dibungkus atau dikemas dengan kemasan yang menarik, rasanya sangat sulit untuk menjadi berkembang, meski mungkin ada 1 atau 2 produk yang bisa, namun prosentasinya sangat kecil sekali.
   Singkat cerita, bahwa jika kita menginginkan perubahan atas diri kita (berubah menjadi yang lebih baik) harus dimulai dengan merubah kebiasaan kita, baik masalah metode kerja maupun waktu kerja kita. dan satu hal yang paling penting dan segala-galanya adalah meminta kepada-Nya.
   Jadi mulai besok pagi anda harus bangun lebih awal, mandi lebiH pagi dan menggunakan pakaian yang lebih rapi, menghadap cermin sambil tersenyum seraya berkata “HARI INI ADALAH HARI MILIKKU… DAN AKU AKAN LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN” HEE…..

Sumber : www.kemasan.net

Selasa, 01 Agustus 2017

ALUFOIL

 


2
Akhir – akhir ini, kemasan fleksibel yang terbuat dari plastik almunium foil kian digemari UKM Indonesia. hal ini desebabkan karena kemasan alufoil ini memiliki kesan yang unik, mewah dan higienis. sehingga semangat untuk mengganti kemasan yang terbuat dari plastik PE maupun PP menjadi kemasan yang berbahan alufoil kian hari kian meningkat. Ditunjang lagi dengan banyaknya pelaku-pelaku usaha yang menjual kemasan alufoil ini secara eceran. Padahal jika kita memesan ke pabrik umumnya dikenakan minimal order, yang nilai nominalnya puluhan hingga ratusan juta rupiah. Banyak penjual foil yang ada di sekitar kita, namun hanya segelintir pengusaha yang memiliki sertifikat analisis alufoil (COA).
Mengapa COA ini penting, sebab dengan adanya COA kita akan mengetahui komponen-komponen dari material bahan yang kita pesan di pabrik, selain itu jika kita punya COA, COA itu sendiri membuktikan bahwa kita memang pesan secara khusus di pabrik.
                                                        
Jadi jika ada pelaku usaha yang menjual kemasan alufoil, namun tidak mempunyai COA, maka ada baiknya berhati-hati, sebab bisa jadi material kemasan tersebut tidak sesuai peruntukannya. jadi ada baiknya jika kita membeli kemasan alufoil, produsen bisa menunjukkan COA dari material foilnya.
Kembali ke topik utama, kapan siih kita seharusnya memakai kemasan alufoil..
Sebelum saya jelaskan kapan kita seharusnya memakai kemasan aluminium foil, ada baiknya kami sampaikan kelebihan-kelebihan menggunakan kemasan yang berbahan dasar alufoil. Pertama, Alumunium foil memiliki sifat tidak berbau, sehingga aluminium foil aman untuk segala bentuk makanan dan minumnan, tanpa takut kemasan mempengaruhi aroma dari produk yang dikemasannya.
Kedua, Aluminium foil memiliki sifat tidak ada rasa, sehingga kemasan dengan bahan aluminium foil sangat aman dan nyaman karena tidak akan mempengaruhi produk baik dari aroma maupun rasa.
Ketiga, tidak berbahaya dan hygienis, hal ini membuat kemasan berbahan aluminium foil kian digemari karena sifatnya yang tidak berbahaya dan hygienis.
Keempat, tidak mudah membuat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini disebabkan sifat dari aluminium foil itu sendiri yang terdiri dari logam, sehingga menjadikan kemasan kedap bau, kedap udara dan kedap cahaya, sehingga dengan sifat-sifatnya membuat pertumbuhan bakteri dan jamur menjadi terhambat dan pada akhirnya menjadikan kemasan berbahan alufoil tersebut bisa memperpanjang usia dari produk yang dikemas
   
Dengan kebaikan-kebaikan dari sifat aluminium foil tersebut, maka produk-produk yang memiliki sifat higroskopis yang tinggi, sangat memerlukan kemasan alufoil tersebut diatas.
Pertanyaan selanjutnya adalah higroskopis itu mahluk apa siih pak hee…….
Higroskopi adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya baik melalui absorbsi (proses penyerapan) atau adsorpsi (proses fisik atau kimia dimana senyawa berakumulasi di permukaan(interface). Suatu zat disebut higroskopis jika zat itu mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik.
Eheem…. sedikit memakai bahasa langitan supaya kita tambah pinter hee… Kita kembali lagi down to earth …..
Jadi produk – produk seperti keripik buah, keripik sayur sayuran, abon daging, atau produk produk yang mudah mlempem hukumnya wajib memakai alufoil, jika menginginkan produknya bisa renyah tahan lama. Begitu pula halnya dengan susu bubuk yang mudah menggumpal dan mengeras.
Jika begitu, apakah produk-produk lainnya tidak memerlukan kemasan aluminium foil, jawabnya… tergantung dari selera dan kebutuhan UKM Indonesia, yang jelas jika dikemasan dengan kemasan alufoil, umumnya produk menjadi tahan lebih lama (produk kering) baik mengenai aroma, rasa maupun kerenyahannya.
Karena harganya yang cukup mahal, maka aplikasi dari Alumunium Foil sekarang ini banyak disaingi oleh metalized aluminium film. Coating yang sangat tipis dari aluminium, yang dilaksanakan di ruang vacuum, hasilnya adalah suatu produk yang ekonomis dan kadang-kadang fungsinya dapat menyaingi Alumunium Foil, dalam aplikasi kemas fleksibel dan memiliki proteksi yang cukup baik terhadap cahaya, moisture dan oksigen.
Apakah metalize itu dan bagaimana sifat-sifatnya berikut kelebihan-kelebihannya akan kami bahas pada segmen yang lain.
Semoga sharing yang sedikit ini bisa membawa manfaat dan baroqah untuk UKM Indonesia semua
Salam Kemasan
Kemasan …. hip-hip…. horee…. :))
AA Packaging House
Kemasan UKM Cerdas

SUMBER:  www.kemasan.net

Lid Cup Untuk UKM


Salam Kemasan
Sudah hampir 1 tahun saya ngga me review mengenai kemasan, bukannya saya tidak mau, namun kesibukan jualah yang menyebabkan saya harus konsentrasi pada pengembangan UMKM baik di kota Malang, di Propinsi Jawa Timur dan Indonesia Raya umumnya.
Banyak temen temen UKM, khususnya yang bergerak pada sektor minuman sering mengeluh mengenai tampilan kemasan yang kurang "ciamik" atau kurang "yahuud",  ada yang kemasan hanya polosan saja (lid tanpa cetak), ada pula yang sablon, ada pula yang stiker.  Namun jarang sekali yang menggunakan cetak rotogravure alasannya adalah mahal, harus buanyak, dsb padahal sebenarnya tidak demikian.
Sebelum saya ceritakan bagaimana bisa cetak rotogravure dengan budget terjangkau, berikut kami sampaikan bahayanya menggunakan lid (tutup gelas) dengan menggunakan sablon. Pertama, pengusaha minuman (UKM) cukup banyak menggunakan kemasan lid dengan menggunakan tehnik sablon (top print), padahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa dengan menggunakan lid cup dengan tehnik sablon top print, sangat terbuka sekali (besar sekali) kemungkinan produk bersentuhan dengan material cetakan (cat).  hal ini sangat membahayakan kesehatan konsumen, belum lagi jika ada tuntutan hukum jika terjadi apa-apa pada konsumen, bisa bisa usaha yang kita bangun selama tahunan, bahkan puluhan tahun bisa berakhir hanya pada satu kasus tuntutan hukum atas kesalahan kita pada produk yang kita jual.
Kedua, karena kemasan lid cup berbentuk roll, secara otomatis bagian dalam lid cup akan bersentuhan secara langsung dengan material cetakan (cat) yang hampir hampir dipastikan bahwa material cetakan tersebut belum menggunakan material cetak yang food grade.  sehingga dengan ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kehygine dari kemasan patut diragukan, belum lagi kondisi lingkungan cetak dan tehnik pengerjaan serta kebersihan dari operator juga menambah tingkat keragu raguan akan ke hyginan kemasan lid cup tersebut. Ketiga, menurut UKM harga lid cup sablon sangat murah yaitu Rp.400.000 per roll dengan cetakan 2 warna.  (padahal dengan cetakan rotogravure harga bisa di tekan sd Rp. 2xx.xxx). Keempat : Cetak Sablon bebas biaya cylinder.... (nah kemarin kita juga menerapkan biaya cylinder free khusus untuk UKM Indonesia), dan sebagainya, dan sebagainya
Padahal cetakan kemasan lid cup cetak rotogravure sangat murah dan terjangkau UKM Indonesia, yang menjadi masalah adalah UKM Indonesia ngga tahu caranya

Diatas adalah salah satu contoh dari produk Pengusaha kota Batu, awalnya menggunakan media lid polos + stiker.  selain prosesnya cukup lama dan agak rumit, biaya yang dikeluarkan untuk lid dan stiker 2X lebih mahal dibanding cetak rotogravure, selain tentunya tampilannya lebih cantik dan manis menggunakan cetak rotogravure.
Jika anda tertarik dan hanya ingin bertanya-tanya bisa langsung hub   085104731230  Team AA Packaging House Akan dengan senang hati berbagi Ilmu dan pengetahuan yang kami miliki,  sehoga yang sedikit dari kami dapat mewarnai kemasan di Indonesia.
Salam Kemasan.....

sumber: www.kemasan.net

Bahaya CAT ! Wajib diketahui UKM

Bahaya dari Jenis Cat
Dalam kaitan dengan cat, ada beberapa nama yang sering disebut-sebut, yaitu VOC, timbal, dan merkuri. Bahan apakah ini, dan mengapa digunakan oleh cat?

Cat, sebagai material yang berfungsi sebagai pelapis, memang dibuat dari bahan-bahan yang berbahaya bila kandungannya melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan. Salah satu bahan yang berbahaya adalah VOC (volatile organic compound) atau kandungan senyawa organik yang mudah menguap. Yang termasuk dalam kategori VOC di antaranya solvent dan tiner. VOC ditandai dengan bau, walaupun menurut Chandra Budiono dari Pacific Paint, cat yang tidak berbau belum tentu bebas VOC.
Mengapa Pakai Solvent?
Sejak pembuatan di pabrik, cat sudah menggunakan solvent atau pelarut. Solvent memegang peranan dalam pembentukan film yang baik. Solvent digunakan sebagai pencampur cat karena dengan takaran yang pas bisa membuat cat memiliki kekentalan yang juga pas. Ini membuat cat menjadi mudah diaduk, mudah diaplikasikan, dan cepat kering.
Namun solvent tidak ramah bagi lingkungan dan juga tidak ramah bagi kesehatan manusia. Polimerisasi (salah satu tahap dalam pembuatan cat) yang menggunakan teknologi terbaru memungkinkan proses pembuatan cat tidak membutuhkan solvent lagi.  Solvent yang ada dalam kandungan cat akan menguap setelah cat diaplikasikan. Setelah solvent menguap, cat akan mengering dan membentuk lapisan di permukaan benda. Karena itu cat yang sudah diaplikasikan pada dinding dan sudah mengering, sebenarnya sudah tidak lagi mengandung solvent.
Tapi gas atau uap yang dihasilkan tersebut membutuhkan waktu untuk benar-benar hilang dari udara di dalam ruang yang baru dicat. Uap solvent yang menyebar di udara ini bisa mencemari lingkungan dan menyebabkan gangguan kesehatan bila terhirup secara berlebihan.
Efek solvent bisa dirasakan secara instan ketika kita memasuki ruang yang mengandung gas akibat penguapan solvent. Secara instan, bahan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti seperti mata pedas, kulit perih, gangguan saluran pernafasan, atau alergi. Sedangkan bila dihfirup dalam jangka waktu lama, bahan ini bisa menyebabkan kanker, kerusakan hati, dan gangguan sistem saraf.
Timbal dan Merkuri
Selain VOC, bahan berbahaya lainnya yang terkandung dalam cat adalah timbal dan merkuri. Menurut Shinta Iswandani Ameldy, Category Head PT IC Paints Indonesia timbal sering digunakan dalam campuran cat untuk menghasilkan warna-warna cerah.  Timbal ini terkandung di dalam pigmen, yaitu bahan untuk memberi warna pada cat. Menurut Chandra, cat warna kuning dan oranye memiliki kandungan timbal yang lebih tinggi dibandingkan warna-warna lain. Sementara menurut Aceng, biasanya penambahan timbal ini berlaku untuk cat minyak.
Seperti juga timbal, merkuri merupakan bahan logam berat yang ada dalam kandungan cat. Di dalam cat, merkuri salah satunya digunakan dalam campuran antijamur. Bila VOC berbahaya saat uapnya terhirup, merkuri dan timbal akan memberi efek buruk bila masuk ke dalam tubuh. Ini bisa terjadi apabila Anda atau anak Anda menyentuh dinding, serbuknya menempel di tangan Anda dan kemudian Anda memegang makanan tanpa mencuci tangan terlebih dulu.  Timbal bisa menyebabkan di antaranya gangguan sistem saraf dan organ reproduksi. Pada tubuh anak-anak, timbal yang melebihi ambang batas akan memengaruhi tingkat kecerdasan dan prilaku. Sedangkan merkuti bisa menyebabkan gangguan pada susunan saraf, otak dan ginjal. Lebih parah lagi, baik VOC, timbal maupun merkuri selain merusak tubuh kita juga merusak lingkungan.
Lalu apa saja bahayanya jika kita menghirup bau cat yang mengandung larutan tersebut?
Berikut 9 bahaya yang bisa ditimbulkan akibat menghirup bau cat bagi kesehatan tubuh.
1. Gangguan Pernapasan
Bahaya menghirup bau cat yang pertama adalah terjadinya gangguan pernapasan. Bau cat yang cukup menyengat dihasilkan oleh VOC. VOC tersebut hampir selalu ada di dalam bahan cat agar cat lebih mudah kering ketika diaplikasikan di dinding. Saat cat mengering, VOC menguap ke udara dan jika terhirup akan membuat pernapasan terganggu. Kondisi tersebut akan semakin parah apabila bau cat dihirup oleh orang-orang yang memiliki gangguan pernapasan.
2. Pusing
Selain gangguan pada sistem pernapasan, bahaya lain yang ditimbulkan akibat menghirup bau cat adalah pusing. Jika komponen VOC yang ada di udara terhirup ketika melakukan pernapasan tentu kadar oksigen yang dihirup ketika bernapas akan rendah. Akibatnya, suplai oksigen ke otak juga akan menurun. Kondisi itulah yang menyebabkan kepala menjadi pusing.
3. Mata Perih
Selain menyebabkan gangguan pernapasan dan kepala pusing, komponen VOC yang ada di udara juga bisa menyebabkan mata perih. Meskipun tidak terlihat, udara yang ada di sekitar tempat mengecat mengandung partikel VOC. Partikel tersebut ternyata tidak hanya berdampak langsung pada pernapasan dan juga rasa pusing saja. Biasanya, mata juga akan terasa perih karena iritasi yang ditimbulkan oleh VOC tersebut. Maka jangan heran jika orang-orang yang melakukan pengecatan tembok, kayu, dan lainnya biasanya menggunakan kaca mata untuk melindungi kornea mata mereka.
4. Iritasi pada Kulit
Selain iritasi pada mata, VOC yang menguap di udara juga bisa menyebabkan iritasi kulit. Kondisi semacam itu biasanya juga akan berdampak langsung pada orang-orang yang memiliki kulit sensitif dan juga memiliki reaksi alergi terhadap berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam cat. Iritasi pada kulit juga bisa semakin parah apabila cat mengenai langsung pada permukaan kulit. Kandungan senyawa kimia yang ada pada cat bisa diserap oleh pori-pori kulit dan menyebabkan berbagai komplikasi.
5. Kanker
Dalam jangka panjang, bau cat yang terhirup juga bisa menyebabkan perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Kemunculan sel kanker di dalam tubuh tidak hanya disebabkan oleh partikel cat yang terhirup saja, tetapi juga disebabkan oleh menempelnya cat di kulit. Ketika cat menempel, partikel-partikel dan juga bahan kimia pada cat akan menyerap melalui pori-pori kulit dan menyebabkan komplikasi.
6. Kerusakan Fungsi Hati
Selain menyebabkan perkembangan sel kanker, partikel cat yang terhirup atau masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit juga bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati. Partikel VOC yang masuk ke dalam tubuh akan mengikuti aliran darah dan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerja hati semakin berat. Jika terjadi terus-menerus tentu kondisi tersebut akan memicu kerusakan fungsi hati.
7. Kerusakan Saraf
Partikel-partikel kimia pada cat juga bisa menyebabkan kerusakan saraf. Zat kimia yang paling mungkin menyebabkan kerusakan saraf tersebut adalah pigment. Pigment merupakan zat kimia yang berguna sebagai zat pewarna dan juga berguna menciptakan daya tutup pada cat. Contoh pigment cat yang paling sering digunakan pada cat adalah lead chromate yang sering digunakan untuk memberi warna hijau, kuning, dan merah pada cat. Jika mengenai kulit atau terhirup, zat kimia tersebut bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Kondisi tersebut akan semakin berbahaya jika terjadi pada wanita yang sedang hamil. Jika ibu hamil menghirup bau cat, akan sangat beresiko bayi mengalami kerusakan sistem saraf.
(Baca juga: jenis kelainan saraf – kesehatan sistem saraf otak)
8. Penyakit Ginjal
Meskipun tergolong jarang, partikel zat kimia dalam cat juga bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Hal tersebut terjadi karena beberapa jenis cat mengandung bahan berbahaya seperti timbal dan merkuri. Kandungan timbal di dalam cat biasanya sangat tinggi terutama pada cat yang berwarna kuning dan oranye. Penambahan bahan timbal tersebut biasanya berlaku pada cat minyak. Dampak bahaya keracunan timbal bagi kesehatan tubuh manusia bisa beraneka ragam. Sementara itu, beberapa jenis cat juga mengandung merkuri. Merkuri berguna untuk mencegah munculnya jamur ketika cat diaplikasikan di tembok atau benda lainnya. Merkuri merupakan bahan logam berat yang sangat berbahaya apabila terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Bahaya merkuri akan ikut mengintai bagi Anda yang terlalu sering menghirup bau cat.
9. Keguguran
Selain beberapa bahaya yang telah disebabkan di atas, bau cat juga bisa berdampak buruk bagi ibu hamil, yakni meningkatkan resiko keguguran. Berbagai bahan kimia pada cat, seperti VOC, timbal, dan merkuri bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pada janin dan yang paling parah akan menyebabkan keguguran.
Itulah 9 bahaya yang bisa muncul akibat bau cat. Jika Anda melakukan renovasi rumah dengan mengecat maka sebaiknya Anda menggunakan pelindung tubuh secara optimal, seperti masker, kaca mata, dan juga pelindung kulit. Usahakan pula agar anak-anak, ibu hamil, dan juga orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti asma menjauh dari lingkungan pengecatan.
Masih berkaitan dengan artikel kami sebelumnya mengenai Lid cup menggunakan sablon dengan tehnik top print.
Sumber gambar : OLX.com
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah proses penggulungan pada roll memang benar-benar dilakukan pada penguapan sempurna 100%, atau mungkin masih ada kadar kelembaban tertentu, adakah masih tersisa bau cat pada roll kemasan, apakah dapat dipastikan tidak ada migrasi material pada tiap tiap gulungan roll, Apakah ada jaminan dalam proses penyablonan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan (heginitas).  Hanya Tuhan dan Tukang Sablon yang tahu.
Sekarang Pilihan ada ditangan anda, dan bijaklah dalam melangkah.
Salam kemasan.
sumber: www.kemasan.net
Sumber : Firman Wahyudi dan berbagai sumber

Fungsi Dasar Kemasan dalam Pemasaran Produk


Masalah klasik dan yang terus menerus terjadi di ranah UKM Indonesia adalah masalah kemasan, Betul, memang tidak semua UKM mengalami kesulit dalam memperoleh kemasan namun secara umum UKM Indonesia masih kesulitan mendapatkan kemasan yang tepat bagi produk-produknya.  Bukan rahasia lagi jika umumnya UKM kurang paham betul mengenai
kemasan-kemasan apa saja yang cocok untuk produknya, bahkan material-material apa saja yang cocok untuk produk-produknya juga betul-betul tidak menguasai, sehingga mereka hanya bisa membeli di toko saja tanpa mengetahui spesifikasi serta kurang lebihnya menggunakan material kemasan tersebut, yang penting murah dan bagus serta terjangkau dipandang sudah cukup bagi UKM Indonesia.
Kemasan yang baik dan menarik tidak selalu identik dengan harga kemasan yang mahal. yang menjadi masalah adalah semua harus dilakukan sendiri oleh UKM, padahal jika didiskusikan atau diserahkan pada AHLI-nya akan tercipta sebuah kemasan yang tidak kalah bersaing dengan kemasan-kemasan modern. ke-enggan-an atau bisa jadi kurangnya informasi mengenai kemasan menjadikan UKM menggunakan kemasan ala kadarnya untuk mengemas produk-produknya, dimana kualitas produk UKM saat ini selalu mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya.
Baiklah kami tidak akan berbicara panjang lebar, disini kami akan berbagi mengenai sebuah fungsi dan kegunaan kemasan. Secara mendasar, fungsi kemasan adalah sebagai alat pelindung atau pengaman sebuah produk dari pengaruh-pengaruh luar yang dapat mempercepat terjadinya kerusakan pada makanan yang terdapat di dalamnya.
Selain itu kemasan juga masih memiliki fungsi-fungsi seperti mempermudah pengiriman, pendistribusian produk, mempermudah penyimpanan, mempermudah penghitungan, dan sebagai media atau sarana informasi dan promosi dari produk yang ditawarkan.
Secara lebih terperinci berikut ini adalah sekilas penjelasan singkat tentang fungsi dan peranan kemasan dalam usaha pengolahan makanan :

Sebagai wadah, perantara produk selama pendistribusian dari produsen ke konsumen.  coba bayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada kemasan yang akan mendistribusikan gelas tersebut (seperti gambar diatas)  tentunya kita akan mengalami kendala yang cukup serius, bahkan akan menjadi kerugiannya yang nyata jika ada produk produk yang pecah.

Sebagai Pelindung, kemasan di harapkan dapat melindungi produk yang ada di dalamnya dari berbagai faktor penyebab kerusakan baik yang disebabkan oleh faktor biologi, kimia maupun fisika.coba bayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada kemasan yang akan mendistribusikan nasi kuning beserta ayam (seperti gambar diatas)  tentunya kita akan mengalami kendala yang cukup serius.

Memudahkan pengiriman dan pendistribusian, dengan pengemasan yang baik suatu produk akan lebih mudah didistribusikan.

Memudahkan penyimpanan, Suatu produk yang telah dikemas dengan baik akan lebih mudah untuk di simpan.

Memudahkan penghitungan, dengan pengemasan jumlah atau kuantitas produk lebih mudah di hitung.
Sarana informasi dan promosi, merupakan fungsi tambahan, namun demikian saat ini justru fungsi kemasan sebagai media informasi dan promosi ini menjadi sangat penting. melalui kemasan yang telah di beri label dapat disampaikan informasi-informasi mengenai produk yang terdapat di dalamnya seperti komposisi produk, kandungan gizi, khasiat atau manfaat produk dan lain sebagainya. serta dengan perancangan kemasan yang baik dan menarik, dengan bentuk kemasan yang unik, disertai dengan gambar-gambar yang menarik hal ini akan dapat meningkatkan nilai jual dari produk yang ada di dalamnya. Kemasan yang menarik dapat menarik perhatian dan menimbulkan rasa penasaran bagi konsumen untuk membeli produk tersebut. sehingga dengan demikian kemasan yang unik dan menarik akan dapat mendongkrak pasar produk tersebut dan lain sebagainya.
Penggolongan Kemasan
Menurut Julianti dan Nurminah (2006), Kemasan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal atau beberapa cara yaitu sebagai berikut :

1. Klasifikasi kemasan berdasarkan frekwensi pemakaian :

Kemasan sekali pakai (disposable) , yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah dipakai, seperti kemasan produk instant, permen, dll.

Kemasan yang dapat dipakai berulangkali (multitrip) dan biasanya dikembalikan ke produsen, contoh : botol minuman, botol kecap, botol sirup.
Kemasan atau wadah yang tidak dibuang atau dikembalikan oleh konsumen (semi disposable), tapi digunakan untuk kepentingan lain oleh konsumen, misalnya botol untuk tempatair minum dirumah, kaleng susu untuk tempat gula, kaleng biskuit untuk tempat kerupuk, wadah jam untuk merica dan lain-lain.
2. Klasifikasi kemasan berdasarkan struktur sistem kemas (kontak produk dengan kemasan) :
Kemasan primer, yaitu kemasan yang langsung bersentuhan dengan produk yang di bungkusnya

b. Kemasan sekunder, yang tidak bersentuhan langsung dengan produknya akan tetapi membungkus produk yang telah dikemas dengan kemasan primer

c. Kemasar tersier dan kuartener yaitu kemasan untuk mengemas setelah kemasan primer atau sekunder.
3. Klasifikasi kemasan berdasarkan sifat kekauan bahan kemasan :

a. Kemasan fleksibel yaitu bahan kemasan yang mudah dilenturkan tanpa adanya retak atau patah. Misalnya plastik, kertas dan foil.
b. Kemasan kaku yaitu bahan kemas yang bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dibengkokkan relatif lebih tebal dari kemasan fleksibel. Misalnya kayu, gelas dan logam.

c. Kemasan semi kaku/semi fleksibel yaitu bahan kemas yan memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku. Misalnya botol plastik (susu, kecap, saus), dan wadah bahan yang berbentuk pasta.
4. Klasifikasi kemasan berdasarkan sifat perlindungan terhadap lingkungan :

a. Kemasan hermetis (tahan uap dan gas) yaitu kemasan yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, udara atau uap air sehingga selama masih hermetis wadah ini tidak dapat dilalui oleh bakteri, kapang, ragi dan debu. Misalnya kaleng, botol gelas yang ditutup secara hermetis.
b. Kemasan tahan cahaya yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan hasil fermentasi.

c. Kemasan tahan suhu tinggi, yaitu kemasan untuk bahan yang memerlukan proses pemanasan, pasteurisasi dan sterilisasi. Umumnya terbuat dari logam dan gelas.
5. Klasifikasi kemasan berdasarkan tingkat kesiapan pakai (perakitan) :

a. Wadah siap pakai yaitu bahan kemasan yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna. Contoh : botol, wadah kaleng dan sebagainya.

b. Wadah siap dirakit / wadah lipatan yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum diisi. Misalnya kaleng dalam bentuk lembaran (flat) dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.

sumber: www.kemasan.com

Senin, 31 Juli 2017

Camilan Rakyat Naik Pangkat


 
Melihat kacang pedas seperti gambar diatas adalah bukan hal yang kerap kali kita lihat di warung – warung atau di depot – depot sebagai camilan pembuka atau camilan penutup dari menu utama. rasanya yang “rame” yaitu (pedas campur manis) membuat kita selalu dan selalu ketagihan dalam mengkonsumsinya, terkadang kita juga membeli lebih untuk konsumsi dirumah.
Namun pernahkah terpikir bagi kita untuk membeli camilan tersebut dan memberikannya kepada rekan kita sebagai buah tangan ???, saya yakin banyak diantara kita enggan memberikan camilan tersebut dan kita berikan sebagai hadiah/ oleh – oleh.
Padahal rasanya enak-kan, tapi mengapa ??? …. jawabannya adalah kurang pantas diberikan sebagai hadiah/ oleh-oleh. hal ini disebabkan oleh minimnya tampilan dari produk tersebut. produk hanya dikemas sebagai alat pelindung minimal.
Disinilah letak kekurangan UKM Indonesia dalam melihat peluang. Jika saja produk tersebut dikemas dengan sedikit inovative, saya yakin bahwa turn over dari produksi akan menjadi tinggi, hal ini disebabkan banyak orang akan membeli, baik dikonsumsi sendiri maupung untuk oleh-oleh/ hadiah. banyak produk-produk yang menurut saya cukup layak dijadikan oleh-oleh namun tampilannya kurang cantik, produk-produk tersebut adalah sebagai berikut :
Masih berkaitan dengan study kemasan (khusus untuk UKM Indonesia) yang kami lakukan di Thailand beberapa waktu lalu, kami mencoba mencari-cari produk serupa di Indonesia yang diproduksi oleh UKM setempat, namun mendapat “hati” di pasar swalayan dan toko oleh oleh dibeberapa kota di thailand. berikut adalah kemasan dari kacang-wijen yang rasanya ngga se-enak di Indonesia, namun kerap kali menjadi buah tangan oleh turis-turis manca negara di thailand. kemasan tersebut sangat sederhana, dibalut dengan desain etnik setempat menjadikan ke-khas-an dari wajah thailand tercermin didalam kemasan produk.
Bahan bakunya dari kertas samson yang dicetak offset 1 warna, dan dihiasi dengan stiker. menurut perhitungan kami, kemasan tersebut tidaklah mahal dan sangat mengangkat nilai jual. coba perhatikan gambar dibawah :
Gambar diatas kami tampilkan kemasan dan produk kami sandingkan, dan gambar kemasan dibawah adalah ketika produk dimasukkan ke dalam kemasan, simple bukan namun thailand banget getu lhoo….
Bagi teman teman UKM Indonesia yang kesulitan dalam ide mengemas produknya, jangan ragu untuk menghubungi AA Packaging House, team AA Packaging House dengan senang hati akan membantu
Semoga UKM Indonesia SUkSes SeLalu

sumber: www.kemasan.com

Kreatif untuk kemasan Inovatif

Kreatif untuk kemasan Inovatif 24 July 2012   Sejarah Kemasan Tentu, kita orang pengen produk yang kita jual tampil cantik, ...