Selasa, 01 Agustus 2017

Bahaya CAT ! Wajib diketahui UKM

Bahaya dari Jenis Cat
Dalam kaitan dengan cat, ada beberapa nama yang sering disebut-sebut, yaitu VOC, timbal, dan merkuri. Bahan apakah ini, dan mengapa digunakan oleh cat?

Cat, sebagai material yang berfungsi sebagai pelapis, memang dibuat dari bahan-bahan yang berbahaya bila kandungannya melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan. Salah satu bahan yang berbahaya adalah VOC (volatile organic compound) atau kandungan senyawa organik yang mudah menguap. Yang termasuk dalam kategori VOC di antaranya solvent dan tiner. VOC ditandai dengan bau, walaupun menurut Chandra Budiono dari Pacific Paint, cat yang tidak berbau belum tentu bebas VOC.
Mengapa Pakai Solvent?
Sejak pembuatan di pabrik, cat sudah menggunakan solvent atau pelarut. Solvent memegang peranan dalam pembentukan film yang baik. Solvent digunakan sebagai pencampur cat karena dengan takaran yang pas bisa membuat cat memiliki kekentalan yang juga pas. Ini membuat cat menjadi mudah diaduk, mudah diaplikasikan, dan cepat kering.
Namun solvent tidak ramah bagi lingkungan dan juga tidak ramah bagi kesehatan manusia. Polimerisasi (salah satu tahap dalam pembuatan cat) yang menggunakan teknologi terbaru memungkinkan proses pembuatan cat tidak membutuhkan solvent lagi.  Solvent yang ada dalam kandungan cat akan menguap setelah cat diaplikasikan. Setelah solvent menguap, cat akan mengering dan membentuk lapisan di permukaan benda. Karena itu cat yang sudah diaplikasikan pada dinding dan sudah mengering, sebenarnya sudah tidak lagi mengandung solvent.
Tapi gas atau uap yang dihasilkan tersebut membutuhkan waktu untuk benar-benar hilang dari udara di dalam ruang yang baru dicat. Uap solvent yang menyebar di udara ini bisa mencemari lingkungan dan menyebabkan gangguan kesehatan bila terhirup secara berlebihan.
Efek solvent bisa dirasakan secara instan ketika kita memasuki ruang yang mengandung gas akibat penguapan solvent. Secara instan, bahan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti seperti mata pedas, kulit perih, gangguan saluran pernafasan, atau alergi. Sedangkan bila dihfirup dalam jangka waktu lama, bahan ini bisa menyebabkan kanker, kerusakan hati, dan gangguan sistem saraf.
Timbal dan Merkuri
Selain VOC, bahan berbahaya lainnya yang terkandung dalam cat adalah timbal dan merkuri. Menurut Shinta Iswandani Ameldy, Category Head PT IC Paints Indonesia timbal sering digunakan dalam campuran cat untuk menghasilkan warna-warna cerah.  Timbal ini terkandung di dalam pigmen, yaitu bahan untuk memberi warna pada cat. Menurut Chandra, cat warna kuning dan oranye memiliki kandungan timbal yang lebih tinggi dibandingkan warna-warna lain. Sementara menurut Aceng, biasanya penambahan timbal ini berlaku untuk cat minyak.
Seperti juga timbal, merkuri merupakan bahan logam berat yang ada dalam kandungan cat. Di dalam cat, merkuri salah satunya digunakan dalam campuran antijamur. Bila VOC berbahaya saat uapnya terhirup, merkuri dan timbal akan memberi efek buruk bila masuk ke dalam tubuh. Ini bisa terjadi apabila Anda atau anak Anda menyentuh dinding, serbuknya menempel di tangan Anda dan kemudian Anda memegang makanan tanpa mencuci tangan terlebih dulu.  Timbal bisa menyebabkan di antaranya gangguan sistem saraf dan organ reproduksi. Pada tubuh anak-anak, timbal yang melebihi ambang batas akan memengaruhi tingkat kecerdasan dan prilaku. Sedangkan merkuti bisa menyebabkan gangguan pada susunan saraf, otak dan ginjal. Lebih parah lagi, baik VOC, timbal maupun merkuri selain merusak tubuh kita juga merusak lingkungan.
Lalu apa saja bahayanya jika kita menghirup bau cat yang mengandung larutan tersebut?
Berikut 9 bahaya yang bisa ditimbulkan akibat menghirup bau cat bagi kesehatan tubuh.
1. Gangguan Pernapasan
Bahaya menghirup bau cat yang pertama adalah terjadinya gangguan pernapasan. Bau cat yang cukup menyengat dihasilkan oleh VOC. VOC tersebut hampir selalu ada di dalam bahan cat agar cat lebih mudah kering ketika diaplikasikan di dinding. Saat cat mengering, VOC menguap ke udara dan jika terhirup akan membuat pernapasan terganggu. Kondisi tersebut akan semakin parah apabila bau cat dihirup oleh orang-orang yang memiliki gangguan pernapasan.
2. Pusing
Selain gangguan pada sistem pernapasan, bahaya lain yang ditimbulkan akibat menghirup bau cat adalah pusing. Jika komponen VOC yang ada di udara terhirup ketika melakukan pernapasan tentu kadar oksigen yang dihirup ketika bernapas akan rendah. Akibatnya, suplai oksigen ke otak juga akan menurun. Kondisi itulah yang menyebabkan kepala menjadi pusing.
3. Mata Perih
Selain menyebabkan gangguan pernapasan dan kepala pusing, komponen VOC yang ada di udara juga bisa menyebabkan mata perih. Meskipun tidak terlihat, udara yang ada di sekitar tempat mengecat mengandung partikel VOC. Partikel tersebut ternyata tidak hanya berdampak langsung pada pernapasan dan juga rasa pusing saja. Biasanya, mata juga akan terasa perih karena iritasi yang ditimbulkan oleh VOC tersebut. Maka jangan heran jika orang-orang yang melakukan pengecatan tembok, kayu, dan lainnya biasanya menggunakan kaca mata untuk melindungi kornea mata mereka.
4. Iritasi pada Kulit
Selain iritasi pada mata, VOC yang menguap di udara juga bisa menyebabkan iritasi kulit. Kondisi semacam itu biasanya juga akan berdampak langsung pada orang-orang yang memiliki kulit sensitif dan juga memiliki reaksi alergi terhadap berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam cat. Iritasi pada kulit juga bisa semakin parah apabila cat mengenai langsung pada permukaan kulit. Kandungan senyawa kimia yang ada pada cat bisa diserap oleh pori-pori kulit dan menyebabkan berbagai komplikasi.
5. Kanker
Dalam jangka panjang, bau cat yang terhirup juga bisa menyebabkan perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Kemunculan sel kanker di dalam tubuh tidak hanya disebabkan oleh partikel cat yang terhirup saja, tetapi juga disebabkan oleh menempelnya cat di kulit. Ketika cat menempel, partikel-partikel dan juga bahan kimia pada cat akan menyerap melalui pori-pori kulit dan menyebabkan komplikasi.
6. Kerusakan Fungsi Hati
Selain menyebabkan perkembangan sel kanker, partikel cat yang terhirup atau masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit juga bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati. Partikel VOC yang masuk ke dalam tubuh akan mengikuti aliran darah dan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerja hati semakin berat. Jika terjadi terus-menerus tentu kondisi tersebut akan memicu kerusakan fungsi hati.
7. Kerusakan Saraf
Partikel-partikel kimia pada cat juga bisa menyebabkan kerusakan saraf. Zat kimia yang paling mungkin menyebabkan kerusakan saraf tersebut adalah pigment. Pigment merupakan zat kimia yang berguna sebagai zat pewarna dan juga berguna menciptakan daya tutup pada cat. Contoh pigment cat yang paling sering digunakan pada cat adalah lead chromate yang sering digunakan untuk memberi warna hijau, kuning, dan merah pada cat. Jika mengenai kulit atau terhirup, zat kimia tersebut bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Kondisi tersebut akan semakin berbahaya jika terjadi pada wanita yang sedang hamil. Jika ibu hamil menghirup bau cat, akan sangat beresiko bayi mengalami kerusakan sistem saraf.
(Baca juga: jenis kelainan saraf – kesehatan sistem saraf otak)
8. Penyakit Ginjal
Meskipun tergolong jarang, partikel zat kimia dalam cat juga bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Hal tersebut terjadi karena beberapa jenis cat mengandung bahan berbahaya seperti timbal dan merkuri. Kandungan timbal di dalam cat biasanya sangat tinggi terutama pada cat yang berwarna kuning dan oranye. Penambahan bahan timbal tersebut biasanya berlaku pada cat minyak. Dampak bahaya keracunan timbal bagi kesehatan tubuh manusia bisa beraneka ragam. Sementara itu, beberapa jenis cat juga mengandung merkuri. Merkuri berguna untuk mencegah munculnya jamur ketika cat diaplikasikan di tembok atau benda lainnya. Merkuri merupakan bahan logam berat yang sangat berbahaya apabila terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Bahaya merkuri akan ikut mengintai bagi Anda yang terlalu sering menghirup bau cat.
9. Keguguran
Selain beberapa bahaya yang telah disebabkan di atas, bau cat juga bisa berdampak buruk bagi ibu hamil, yakni meningkatkan resiko keguguran. Berbagai bahan kimia pada cat, seperti VOC, timbal, dan merkuri bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pada janin dan yang paling parah akan menyebabkan keguguran.
Itulah 9 bahaya yang bisa muncul akibat bau cat. Jika Anda melakukan renovasi rumah dengan mengecat maka sebaiknya Anda menggunakan pelindung tubuh secara optimal, seperti masker, kaca mata, dan juga pelindung kulit. Usahakan pula agar anak-anak, ibu hamil, dan juga orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti asma menjauh dari lingkungan pengecatan.
Masih berkaitan dengan artikel kami sebelumnya mengenai Lid cup menggunakan sablon dengan tehnik top print.
Sumber gambar : OLX.com
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah proses penggulungan pada roll memang benar-benar dilakukan pada penguapan sempurna 100%, atau mungkin masih ada kadar kelembaban tertentu, adakah masih tersisa bau cat pada roll kemasan, apakah dapat dipastikan tidak ada migrasi material pada tiap tiap gulungan roll, Apakah ada jaminan dalam proses penyablonan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan (heginitas).  Hanya Tuhan dan Tukang Sablon yang tahu.
Sekarang Pilihan ada ditangan anda, dan bijaklah dalam melangkah.
Salam kemasan.
sumber: www.kemasan.net
Sumber : Firman Wahyudi dan berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kreatif untuk kemasan Inovatif

Kreatif untuk kemasan Inovatif 24 July 2012   Sejarah Kemasan Tentu, kita orang pengen produk yang kita jual tampil cantik, ...