Kapan sebaiknya kemasan alufoil digunakan

2
Akhir
– akhir ini, kemasan fleksibel yang terbuat dari plastik almunium foil
kian digemari UKM Indonesia. hal ini desebabkan karena kemasan alufoil
ini memiliki kesan yang unik, mewah dan higienis. sehingga semangat
untuk mengganti kemasan yang terbuat dari plastik PE maupun PP menjadi
kemasan yang berbahan alufoil kian hari kian meningkat. Ditunjang lagi
dengan banyaknya pelaku-pelaku usaha yang menjual kemasan alufoil ini
secara eceran. Padahal jika kita memesan ke pabrik umumnya dikenakan
minimal order, yang nilai nominalnya puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Banyak penjual foil yang ada di sekitar kita, namun hanya segelintir
pengusaha yang memiliki sertifikat analisis alufoil (COA).
Mengapa
COA ini penting, sebab dengan adanya COA kita akan mengetahui
komponen-komponen dari material bahan yang kita pesan di pabrik, selain
itu jika kita punya COA, COA itu sendiri membuktikan bahwa kita memang
pesan secara khusus di pabrik.

Jadi
jika ada pelaku usaha yang menjual kemasan alufoil, namun tidak
mempunyai COA, maka ada baiknya berhati-hati, sebab bisa jadi material
kemasan tersebut tidak sesuai peruntukannya. jadi ada baiknya jika kita
membeli kemasan alufoil, produsen bisa menunjukkan COA dari material
foilnya.
Kembali ke topik utama, kapan siih kita seharusnya memakai kemasan alufoil..
Sebelum
saya jelaskan kapan kita seharusnya memakai kemasan aluminium foil, ada
baiknya kami sampaikan kelebihan-kelebihan menggunakan kemasan yang
berbahan dasar alufoil. Pertama, Alumunium foil memiliki sifat tidak
berbau, sehingga aluminium foil aman untuk segala bentuk makanan dan
minumnan, tanpa takut kemasan mempengaruhi aroma dari produk yang
dikemasannya.

Kedua,
Aluminium foil memiliki sifat tidak ada rasa, sehingga kemasan dengan
bahan aluminium foil sangat aman dan nyaman karena tidak akan
mempengaruhi produk baik dari aroma maupun rasa.


Ketiga,
tidak berbahaya dan hygienis, hal ini membuat kemasan berbahan
aluminium foil kian digemari karena sifatnya yang tidak berbahaya dan
hygienis.
Keempat,
tidak mudah membuat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini disebabkan
sifat dari aluminium foil itu sendiri yang terdiri dari logam, sehingga
menjadikan kemasan kedap bau, kedap udara dan kedap cahaya, sehingga
dengan sifat-sifatnya membuat pertumbuhan bakteri dan jamur menjadi
terhambat dan pada akhirnya menjadikan kemasan berbahan alufoil tersebut
bisa memperpanjang usia dari produk yang dikemas
Keempat,
tidak mudah membuat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini disebabkan
sifat dari aluminium foil itu sendiri yang terdiri dari logam, sehingga
menjadikan kemasan kedap bau, kedap udara dan kedap cahaya, sehingga
dengan sifat-sifatnya membuat pertumbuhan bakteri dan jamur menjadi
terhambat dan pada akhirnya menjadikan kemasan berbahan alufoil tersebut
bisa memperpanjang usia dari produk yang dikemas
Dengan
kebaikan-kebaikan dari sifat aluminium foil tersebut, maka
produk-produk yang memiliki sifat higroskopis yang tinggi, sangat
memerlukan kemasan alufoil tersebut diatas.
Pertanyaan selanjutnya adalah higroskopis itu mahluk apa siih pak hee…….
Higroskopi adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya baik melalui absorbsi (proses penyerapan) atau adsorpsi (proses fisik atau kimia dimana senyawa berakumulasi di permukaan(interface). Suatu zat disebut higroskopis jika zat itu mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik.
Higroskopi adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya baik melalui absorbsi (proses penyerapan) atau adsorpsi (proses fisik atau kimia dimana senyawa berakumulasi di permukaan(interface). Suatu zat disebut higroskopis jika zat itu mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik.
Eheem…. sedikit memakai bahasa langitan supaya kita tambah pinter hee… Kita kembali lagi down to earth …..
Jadi
produk – produk seperti keripik buah, keripik sayur sayuran, abon
daging, atau produk produk yang mudah mlempem hukumnya wajib memakai
alufoil, jika menginginkan produknya bisa renyah tahan lama. Begitu pula
halnya dengan susu bubuk yang mudah menggumpal dan mengeras.
Jika
begitu, apakah produk-produk lainnya tidak memerlukan kemasan aluminium
foil, jawabnya… tergantung dari selera dan kebutuhan UKM Indonesia,
yang jelas jika dikemasan dengan kemasan alufoil, umumnya produk menjadi
tahan lebih lama (produk kering) baik mengenai aroma, rasa maupun
kerenyahannya.
Karena
harganya yang cukup mahal, maka aplikasi dari Alumunium Foil sekarang
ini banyak disaingi oleh metalized aluminium film. Coating yang sangat
tipis dari aluminium, yang dilaksanakan di ruang vacuum, hasilnya adalah
suatu produk yang ekonomis dan kadang-kadang fungsinya dapat menyaingi
Alumunium Foil, dalam aplikasi kemas fleksibel dan memiliki proteksi
yang cukup baik terhadap cahaya, moisture dan oksigen.
Apakah metalize itu dan bagaimana sifat-sifatnya berikut kelebihan-kelebihannya akan kami bahas pada segmen yang lain.
Semoga sharing yang sedikit ini bisa membawa manfaat dan baroqah untuk UKM Indonesia semua
Semoga sharing yang sedikit ini bisa membawa manfaat dan baroqah untuk UKM Indonesia semua
Salam Kemasan
Kemasan …. hip-hip…. horee…. :))
Kemasan …. hip-hip…. horee…. :))
AA Packaging House
Kemasan UKM Cerdas
SUMBER: www.kemasan.net
Kemasan UKM Cerdas
SUMBER: www.kemasan.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar