Senin, 31 Juli 2017

Camilan Rakyat Naik Pangkat


 
Melihat kacang pedas seperti gambar diatas adalah bukan hal yang kerap kali kita lihat di warung – warung atau di depot – depot sebagai camilan pembuka atau camilan penutup dari menu utama. rasanya yang “rame” yaitu (pedas campur manis) membuat kita selalu dan selalu ketagihan dalam mengkonsumsinya, terkadang kita juga membeli lebih untuk konsumsi dirumah.
Namun pernahkah terpikir bagi kita untuk membeli camilan tersebut dan memberikannya kepada rekan kita sebagai buah tangan ???, saya yakin banyak diantara kita enggan memberikan camilan tersebut dan kita berikan sebagai hadiah/ oleh – oleh.
Padahal rasanya enak-kan, tapi mengapa ??? …. jawabannya adalah kurang pantas diberikan sebagai hadiah/ oleh-oleh. hal ini disebabkan oleh minimnya tampilan dari produk tersebut. produk hanya dikemas sebagai alat pelindung minimal.
Disinilah letak kekurangan UKM Indonesia dalam melihat peluang. Jika saja produk tersebut dikemas dengan sedikit inovative, saya yakin bahwa turn over dari produksi akan menjadi tinggi, hal ini disebabkan banyak orang akan membeli, baik dikonsumsi sendiri maupung untuk oleh-oleh/ hadiah. banyak produk-produk yang menurut saya cukup layak dijadikan oleh-oleh namun tampilannya kurang cantik, produk-produk tersebut adalah sebagai berikut :
Masih berkaitan dengan study kemasan (khusus untuk UKM Indonesia) yang kami lakukan di Thailand beberapa waktu lalu, kami mencoba mencari-cari produk serupa di Indonesia yang diproduksi oleh UKM setempat, namun mendapat “hati” di pasar swalayan dan toko oleh oleh dibeberapa kota di thailand. berikut adalah kemasan dari kacang-wijen yang rasanya ngga se-enak di Indonesia, namun kerap kali menjadi buah tangan oleh turis-turis manca negara di thailand. kemasan tersebut sangat sederhana, dibalut dengan desain etnik setempat menjadikan ke-khas-an dari wajah thailand tercermin didalam kemasan produk.
Bahan bakunya dari kertas samson yang dicetak offset 1 warna, dan dihiasi dengan stiker. menurut perhitungan kami, kemasan tersebut tidaklah mahal dan sangat mengangkat nilai jual. coba perhatikan gambar dibawah :
Gambar diatas kami tampilkan kemasan dan produk kami sandingkan, dan gambar kemasan dibawah adalah ketika produk dimasukkan ke dalam kemasan, simple bukan namun thailand banget getu lhoo….
Bagi teman teman UKM Indonesia yang kesulitan dalam ide mengemas produknya, jangan ragu untuk menghubungi AA Packaging House, team AA Packaging House dengan senang hati akan membantu
Semoga UKM Indonesia SUkSes SeLalu

sumber: www.kemasan.com

Jenis Plastik yang sering digunakan UMK (part 3) FINAL


Hampir-hampir ditiap-tiap rumah kita menyimpan plastik jenis PET atau PETE, mulai dari minuman ringan atau bekas minuman ringan yang kita pakai sebagai botol air mineral yang kita simpan di dalam lemari es, karena bentuknya yang ringkas, ringan dan enak dipandang.  begitu pula di dapur kita sebagai pengemas botol saos tomat atau saos lombok, bahkan di kamar mandi kitapun juga tak luput dari botol plastik ini.
Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET), juga dikenal sebagai plastik #1, merupakan plastik yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Tidak mengherankan, ini merupakan plastik yang paling banyak didaur-ulang, terutama botol air kemasan yang mengerikan itu. PET lahir pada tahun 1973, dan pertama kali di daur-ulang tahun 1977 – Masih terngiang the Bee Gees bernyanyi, “More than plastic, More than plastic to me.” Tahun 2005, rata-rata rumah tangga di Amerika menggunakan lebih dari 20 kilo plastik jenis ini, ini memang terlalu banyak.
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
PET adalah singkatan dari polyethylene terephthalate – merupakan resin polyester yang tahan lama, kuat, ringan dan mudah dibentuk ketika panas. kepekatannya adalah sekitar 1,35 – 1,38 gram/cc, ini membuatnya kokoh, rumus molekulnya adalah (-CO-C6H5-CO-O-CH2-CH2-O-)n.
Digunakan untuk apa saja?
PET dapat ditemukan pada botol air, botol soda, botol jus, botol minyak goreng, tempat pindakas, kemasan makanan, botol dressing salad, dan bahkan cangkir gerai kopi kenamaan yang ada di mana-mana itu.
Dapatkah itu di daur-ulang setempat?
Di berbagai tempat, disediakan tempat-tempat untuk mendaur-ulang plastik jenis ini, bahkan mereka menjemputnya di tempat untuk kemudian setelah terkumpul mereka bawa ke tempat daur-ulang.
Apa pentingnya hal ini?
Kita tidak bisa mengurangi konsumsi kita secara berarti atau memakai ulang botol-botol bekas, upaya terakhir kita adalah dengan mendaur-ulangnya. Menyingkirkan benda-benda ini dari tanah merupakan jalan termudah mengurangi jejak karbon kita, karena ada begitu banyak botol yang dibuang ketempat sampah. Pada tahun 2006, Amerika mengkonsumsi lebih dari 60 milyar botol minuman PET tetapi hanya mendaur ulang 10 milyar saja. Konsumsi semakin meningkat, sedangkan tingkat pendaur-ulangan semakin menurun, kita tidak bisa berbuat lebih baik. Juga, PET dapat digunakan untuk membuat berbagai macam kemasan, termasuk produk baru berbahan PET, baik untuk produk makanan ataupun bukan seperti bahan kain, sepatu, koper, karpet, rak, panel pintu dan banyak lagi.
Disadur dari tulisan Chad Norman yang diposting  di  http://www.gogreencharleston.org/  18 September, 2007.
KEMASAN FLEKSIBEL (FLEXIBLE PACKAGING)
Kemasan yang terbuat dari bahan plastik lentur, bisa dipadukan dengan bahan lain seperti aluminium foil (ALU), metalizing, kertas, dan jenis plastik lain serta dapat dicetak dan direkatkan.
Kemasan ini berusaha menggabungkan beberapa material kemasan dengan tujuan untuk mendapatkan keunggulan dari tiap tiap jenis material kemasan, sehingga tercipta jenis kemasan yang sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap produk yang ingin dikemas
SIFAT KHAS KEMASAN FLEKSIBEL
  1. Fleksibel, mampu mengikuti bentuk produk yang dikemas.
  2. Dapat direkatkan (seal), mudah dibuka, higienis, mudah diketahui isinya, dan bisa dicetak penuh warna tanpa mempengaruhi atau merubah isi produk.
  3. Mudah penyimpanannya, bisa dilipat, dan hemat tempat.
  4. Unik.
Kemasan fleksibel termasuk jenis kemasan multi layer. Karena terdiri dari beberapa lapisan bahan kemasan yang memiliki fungsi melindungi terhadap kontaminasi cahaya secara langsung dan kontaminasi udara serta uap air yang dapat merubah rasa dan daya tahan produk. Lapisan lain berfungsi media yang dapat dicetak.
Berikut contoh penggunaan spec pada kemasan fleksibel packaging :
http://kemasan.net/j2/images/spec-FP.png" width="895" height="560" border="0">
MATERIAL KEMASAN FLEKSIBEL, terbagi menjadi 4 yang di sesuaikan dengan fungsinya,

1. Material untuk printing / main substrate
2. Material untuk barrier
3. Material untuk heat seal
4. Material untuk melekatkan material – material di atas termasuk adhesive
http://kemasan.net/j2/images/material01.png" width="920" height="670" border="0">
Spesifikasi Kemasan Flexible ditentukan oleh :
1.  Jenis Isi
2.  Mesin Pengisi
3.  Berat Isi
4.  “Shelf Life” (masa sampai kadaluwarsa)
5.  Harga Jual
6.  Peredaran, Distribusi, dan Cara Penjualan
7.  Keinginan Khusus seperti, mudah disobek, bisa ditutup kembali, bisa berdiri, dll.
 http://kemasan.net/j2/images/material02.png" width="897" height="521" border="0">
kurang lebih itu sedikit ulasan mengenai flexible packaging
Terima kasih juga kepada MAS DANI, yang sedikit banyak berbagi mengenai Ilmu-nya sehingga bisa kita SHARING ke UKM di Indonesia.  semoga yang sedikit ini dari kami dapat memberi warna kemasan di Negeri Tercinta ini

sumber :www.kemasan.com
SALAM KEMASAN

Jenis Plastik yang sering digunakan UMK (part 1)

Salam Kemasan
Sahabat AA Packaging, kerap kali kita sebagai pengusaha pemula selalu menganggap bahwa produk harus nomor satu, sedangkan masalah kemasan acap kali kurang mendapatkan perhatian yang serius, ini bukan hanya melanda pengusaha pemula saja namu yang sudah berkiprah puluhan tahunpun masih banyak kita jumpai kurang tepat sasaran menggunakan jenis kemasan sesuai dengan produknya.
Sebagai contoh, ketika kita membeli gorengan, ngomong-ngomong mengenai gorengan sejanak terbayang lezatnya tempe mendoan beserta sambal petis yang nyaman heee.... apalagi gorengannya kriuk kriuk terasa lumer dimulut hee.... tapi jangan-jangan minyaknya dikasih plastik, hee.....  tapi bukan itu topik bahasan yang akan kami sampaikan, kembali lagi ke gorengan, umumnya gorengan yang panas dihimpun/ dibungkus memakai tas kresek ada yang warna putih, juga ada yang warna hitam, namun sebelum dimasukkan kedalam tas kresek, biasanya oleh pedagang dialasi dengan koran bekas atau kertas yang lain.  jujur jika ditinjau dari ilmu kesehatan dan kemasan, mungkin kita akan 1000 kali mau mengkonsumsi gorengan tersebut, untungnya kita tidak tahu/ kurang cukup informasi mengenai material kemasan dan ilmu kesehatan, sehingga gorengannyapun asik asik aja kita nikmati.
Ditinjau dari ilmu per-plastik-an jie.... kayak profesor saja, hee.... ehem ....siap siap yaaa..... ntar ngga mau beli gorengan lagi, pada umumnya material akan melumer pada suhu antara 120 sd 135 derajad celcius, padahal seperti yang kita tahu titik didih minyak adalah 300 derajad celcius.
Ketika gorengan diangkat dan dimasukkan kedalam tas kresek, dimungkinkan sekali terjadi sentuhan fisik antara produk dan kemasan, tidak menutup kemungkinan, jika produk bersentuhan dengan material kemasan, akan terjadi migrasi material kemasan ke produk dan hal ini akan membahayakan bagi kesehatan.
Disisi lain penggunaan kertas bekas (mis: Koran) sangat berbahaya juga bagi kesehatan, sebab dengan adanya kontak fisik secara langsung dengan produk, apalagi panas dan berminyak, akan menjadi media penghantar tinta menyatu dengan produk, yang pada akhirnya berakumulasi dan akan menyebabkan kanker dan merugikan bagi kesehatan kita.
Begitu pula kuah BAKSO, yang dibungkus pada plastik-plastik yang lazim digunakan pedagang Bakso, apakah sudah sesuai dengan standar kesehatan, apakah plastik yang digunakan sudah cocok sepenuhnya, sehingga jika digunakan tidak membahayakan kesehatan konsumen,  oleh karena itu ada baiknya kita simak jenis jenis plastik yang kerap kali digunakan UKM serta disampaikan juga kelemahan dan keunggulan masing masing produk.
Umumnya hanya 4 jenis plastik yang kerapkali digunakan UKM dalam mengemas produknya, 1. Polyethylene (PE), 2.Poliypropyline (PP), 3.Polyester (PET) dan 4.Flexible Packaging
Polyethylene, terdapat beberapa jenis plastik ini, antara lain
LDPE ( Low Density Polyethylene) yang memiliki karakteristik mudah lengket jika dikenai/ dipanaskan, memiliki kemapuan melindungi produk dari kelembaban, dilain pihak LDPE ini juga memiliki kelemahan antara lain ketahanan yang rendah terhadap minyah, ketahanan yang rendah terhadap aroma/ bau dan memiliki permeabilitas yang tinggi terhadap gas (permeabilitas = kemampuan yang dimiliki oleh suatu zat/ membran untuk meloloskan sejumlah partikel yang menembus atau melaluinya), bahasa awamnya "pori-porinya" besar sehingga produk bisa cepat melempem, kurang lebih begitulah katanya heee....., sehingga produk produk yang memerkukan proteksi terhadap gas dan berbau tidak cocok menggunakan LDPE, cocoknya untuk produk-produk yang memerlukan kekuatan dan ketahanan terhadap kelembaban dan tidak mengandung banyak minyak, mis : Gula pasir, beras, dll (lain-lainnya cari sendiri yaa...)
Kedua adalalah HDPE (high density polyethylene) memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi dibanding LDPE.  selain itu HDPE juga mempunyai ketahanan terhadap kelembaban yang sangat baik, tahan terhadap bahan kimia, serta memiliki kekuatan terhadap hentakan yang sangat bagus, Kekuatan regangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk – bentuk polyethylene atau plastik lainnya .  Umumnya dibuat kantong belanja maupun katong sampah

Kelemahan HDPE, dapat ditembus gas, Permebilitas yang tinggi terhadap gas,  Melunak pada suhu 750C.    Disarankan hanya untuk satu kali penggunaan karena jika digunakan berulang kali dikhawatirkan bahan penyusunnya lebih mudah bermigrasi ke dalam pangan.    Tahan terhadap suhu dari -100 hingga 200°C.  soo gaes masih ada 3 lagi jenis PE yang akan kita bahas kedepan..... keep smile and success
Di sambung minggu depan, kalo ngga sempet minggu depannya lagi dan lagi...
SALAM KEMASAN


sumber: www.kemasan.com

Jenis Plastik yang sering di gunakan UKM part (2)

Salam Kemasan
Teman-teman UKM Indonesia yang saya hormati, menyambung dari artikel sebelumnya bahwa turunan dari PE = Poliethelene macamnya buanyak, sangking banyaknya ada sisipan "u" pada kata buanyakk heee, ok ngga perlu panjang lebar lagi, berikut kami sampaikan 1 lagi turunan dari PE meski
yang akan kami tampilkan banyak, namun yang saya ulas hanya 1 yaitu LLDPE.... mahluk apakah LLDPE itu ....
LLDPE dicirikan dengan densitas antara 0.915–0.925 g/cm3. LLDPE adalah polimer linier dengan percabangan rantai pendek dengan jumlah yang cukup signifikan. Umumnya dibuat dengan kopolimerisasi etilena dengan rantai pendek alfa-olefin (1-butena, 1-heksena, 1-oktena, dan sebagainya). LLDPE memiliki kekuatan tensil yanglebih tinggi dari LDPE, dan memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap tekanan.  LLDPE digunakan sebagai pembungkus kabel, mainan, tutup kemasan, ember, kontainer dan pipa.

sumber gb : uniflexiblepackaging.eu
LLDPE terutama juga digunakan untuk aplikasi plastik film dikarenan sifat toughness-nya, fleksibilitas, dan relative transparency-nya.  jadi jika anda pernah menggunakan produk kemasan flexsible di AA Packaging House, umumnya lapisan dalam dari kemasan kami adalah LLDPE karena sifat kekerasannya, berikut fleksibel dan relatif tembus pandang menjadikan LLDPE pilihan utama kami disamping materalnya yang relatif ekonomis dibanding yang lain.
Turunan-turunan lain dari PE adalah sebagai berikut :
- Polietilena bermassa molekul sangat tinggi (Ultra high molecular weight polyethylene) (UHMWPE)- Polietilena bermassa molekul sangat rendah (Ultra low molecular weight polyethylene) (ULMWPE atau PE-WAX)- Polietilena bermassa molekul tinggi (High molecular weight polyethylene) (HMWPE)- Polietilena ''cross-linked'' berdensitas tinggi (High density cross-linked polyethylene) (HDXLPE)- Polietilena ''cross-linked'' (Cross-linked polyethylene) (PEX atau XLPE), dan
- Polietilena berdensitas sangat rendah (Very low density polyethylene) (VLDPE)
UHMWPE adalah polietilena dengan massa molekul sangat tinggi, hingga jutaan. Biasanya berkisar antara 3.1 hingga 5.67 juta. Tingginya massa molekul membuat plastik ini sangat kuat, namun mengakibatkan pembentukan rantai panjang menjadi struktur kristal tidak efisien dan memiliki kepadatan lebih rendah daripada HDPE. UHMWPE bisa dibuat dengan teknologi katalis, dan katalis Ziegler adalah yang paling umum. Karena ketahanannya terhadap penyobekan dan pemotongan serta bahan kimia, jenis plastik ini memiliki aplikasi yang luas. UHMWPE digunakan sebagai onderdil mesin pembawa kaleng dan botol, bagian yang bergerak dari mesin pemutar, roda gigi, penyambung, pelindung sisi luar, bahan anti peluru, dan sebagai implan pengganti bagian pinggang dan lutut dalam operasi.
PEX adalah polietilena dengan kepadatan menengah hingga tinggi yang memiliki sambungan cross-link pada struktur polimernya. Sifat ketahanan terhadap temperatur tingi meningkat seperti juga ketahanan terhadap bahan kimia.
MDPE dicirikan dengan densitas antara 0.926–0.940 g/cm3. MDPE bisa diproduksi dengan katalis kromium/silika, katalis Ziegler-Natta, atau katalis metallocene. MDPE memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan dan kejatuhan. MDPE biasa digunakan pada pipa gas.
VLDPE dcirikan dengan densitas 0.880–0.915 g/cm3. VLDPE adalah polimer linier dengan tingkat percabangan rantai pendek yang sangat tinggi. Umumnya dibuat dengan kopolimerisasi etilena dengan rantai pendek alfa-olefin.
MDPE dicirikan dengan densitas antara 0.926–0.940 g/cm3. MDPE bisa diproduksi dengan katalis kromium/silika, katalis Ziegler-Natta, atau katalis metallocene. MDPE memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan dan kejatuhan. MDPE biasa digunakan pada pipa gas.
Soo gaes....  untuk PE (POLYETHELENE) cukup sampai disini, sekarang kita menyebrang ke material selanjutnya yaitu POLYPROPYLENE, polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya pengemasan, tekstil (contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagai tipe wadah terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium, pengeras suara, komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer, permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam. Polipropena biasanya didaur-ulang, dan simbol daur ulangnya adalah nomor "5"

Umumnya kemasan ini memiliki permukaan yang tak rata, seringkali lebih kaku daripada beberapa plastik yang lain, lumayan ekonomis, dan bisa dibuat translusen (bening) saat tak berwarna tetapi tidak setransparan polistirena, akrilik, maupun plastik tertentu lainnya. Bisa pula dibuat buram dan/atau berwarna-warni melalui penggunaan pigmen, plastik ini memiliki resistensi yang sangat bagus terhadap kelelahan (bahan).  Singkat ceritPlastik PP (Polypropylene) adalah plastik yang memiliki ciri ciri sebagai berikut :
  • Thermoplastic
  • Tahan Lama
  • Tidak tembus air
  • Tidak berbau
  • Bening transparan
  • Tahan benturan
  • Daya tahan hingga 135 derajat celcius

Fungsi dari produk kemasan kantong PP adalah :
  • Plastik untuk membungkus makanan kering (padatan)
  • Plastik untuk membungkus produk - produk barang jadi
Banyak kemasan PP yang dijual dipasaran, ada yang tebal adapula yang tipis, ada yang super bening ada juga yang agak buram bahkan ada juga yang kekuning-kuningan, tidak banyak penjual atau toko menjelaskan mengapa yang jernih atau bening relatif lebih mahal dibanding yang agak buram atau kekuning-kuningan.  namun sejauh yang kami ketahui bahwa jika proses pembuatan plastiknya standart tidak ada kesalahan, produk-produk yang bening umumnya berasal dari biji plastik import, meski tidak menutup kemungkinan ada juga bijih plastik kita yang memiliki kualitas yang bagus, sedang jika agak buram atau kekuning kuningan umumnya bijih plastik lokal atau bisa juga bijih plastik yang KW (CMIIW).  meski sama-sama food grade, namun sepertinya yang jernih, bening dan kaku lebih enak dipandang mata dan membuat tampilan produk menjadi CANTIK getuu...
Sedang untuk bentuknya saat ini ada 2.  yaitu kantung bag biasa SEAL U dan produk PP dengan model STAND UP POUCHES + Zipper Lock.  produk SEAL U biasanya dijual per Kg, sedang untuk produk PP yang berbentuk STAND UP POUCHES umumnya dijual per Pack.  hal ini disebabkan karena teknologi dan harga BAG MAKING untuk plastik PP berbentuk STAND UP POUCH masih mahal dan amat langka. Namun meski mahal, namun jika dibanding dengan MULTY LAYER, kemasan PP masih terbilang lebih kompetitif.
Sebenernya keterangan detail PP masih bisa kami jabarkan lebih detail dan teknis, namun jika hanya untuk sekedar pengenalan plastik PP untuk UKM, saya kira informasi diatas sudah cukup, namun jika masih pengen lebih detail bisa di cari di mbah google.  sementara sharing-sharingnya kami cukupkan sampai disini, namun masih ada 1 lagi lanjutannya yang akan kami sampaikan minggu depan.  OK
CHAO.....
Salam Homat Kami
AA Packaging House Indonesia'
JUST PACK IT


sumber : www.kemasan.com

Kreatif untuk kemasan Inovatif

Kreatif untuk kemasan Inovatif 24 July 2012   Sejarah Kemasan Tentu, kita orang pengen produk yang kita jual tampil cantik, ...