Senin, 31 Juli 2017

Jenis Plastik yang sering digunakan UMK (part 3) FINAL


Hampir-hampir ditiap-tiap rumah kita menyimpan plastik jenis PET atau PETE, mulai dari minuman ringan atau bekas minuman ringan yang kita pakai sebagai botol air mineral yang kita simpan di dalam lemari es, karena bentuknya yang ringkas, ringan dan enak dipandang.  begitu pula di dapur kita sebagai pengemas botol saos tomat atau saos lombok, bahkan di kamar mandi kitapun juga tak luput dari botol plastik ini.
Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET), juga dikenal sebagai plastik #1, merupakan plastik yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Tidak mengherankan, ini merupakan plastik yang paling banyak didaur-ulang, terutama botol air kemasan yang mengerikan itu. PET lahir pada tahun 1973, dan pertama kali di daur-ulang tahun 1977 – Masih terngiang the Bee Gees bernyanyi, “More than plastic, More than plastic to me.” Tahun 2005, rata-rata rumah tangga di Amerika menggunakan lebih dari 20 kilo plastik jenis ini, ini memang terlalu banyak.
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
PET adalah singkatan dari polyethylene terephthalate – merupakan resin polyester yang tahan lama, kuat, ringan dan mudah dibentuk ketika panas. kepekatannya adalah sekitar 1,35 – 1,38 gram/cc, ini membuatnya kokoh, rumus molekulnya adalah (-CO-C6H5-CO-O-CH2-CH2-O-)n.
Digunakan untuk apa saja?
PET dapat ditemukan pada botol air, botol soda, botol jus, botol minyak goreng, tempat pindakas, kemasan makanan, botol dressing salad, dan bahkan cangkir gerai kopi kenamaan yang ada di mana-mana itu.
Dapatkah itu di daur-ulang setempat?
Di berbagai tempat, disediakan tempat-tempat untuk mendaur-ulang plastik jenis ini, bahkan mereka menjemputnya di tempat untuk kemudian setelah terkumpul mereka bawa ke tempat daur-ulang.
Apa pentingnya hal ini?
Kita tidak bisa mengurangi konsumsi kita secara berarti atau memakai ulang botol-botol bekas, upaya terakhir kita adalah dengan mendaur-ulangnya. Menyingkirkan benda-benda ini dari tanah merupakan jalan termudah mengurangi jejak karbon kita, karena ada begitu banyak botol yang dibuang ketempat sampah. Pada tahun 2006, Amerika mengkonsumsi lebih dari 60 milyar botol minuman PET tetapi hanya mendaur ulang 10 milyar saja. Konsumsi semakin meningkat, sedangkan tingkat pendaur-ulangan semakin menurun, kita tidak bisa berbuat lebih baik. Juga, PET dapat digunakan untuk membuat berbagai macam kemasan, termasuk produk baru berbahan PET, baik untuk produk makanan ataupun bukan seperti bahan kain, sepatu, koper, karpet, rak, panel pintu dan banyak lagi.
Disadur dari tulisan Chad Norman yang diposting  di  http://www.gogreencharleston.org/  18 September, 2007.
KEMASAN FLEKSIBEL (FLEXIBLE PACKAGING)
Kemasan yang terbuat dari bahan plastik lentur, bisa dipadukan dengan bahan lain seperti aluminium foil (ALU), metalizing, kertas, dan jenis plastik lain serta dapat dicetak dan direkatkan.
Kemasan ini berusaha menggabungkan beberapa material kemasan dengan tujuan untuk mendapatkan keunggulan dari tiap tiap jenis material kemasan, sehingga tercipta jenis kemasan yang sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap produk yang ingin dikemas
SIFAT KHAS KEMASAN FLEKSIBEL
  1. Fleksibel, mampu mengikuti bentuk produk yang dikemas.
  2. Dapat direkatkan (seal), mudah dibuka, higienis, mudah diketahui isinya, dan bisa dicetak penuh warna tanpa mempengaruhi atau merubah isi produk.
  3. Mudah penyimpanannya, bisa dilipat, dan hemat tempat.
  4. Unik.
Kemasan fleksibel termasuk jenis kemasan multi layer. Karena terdiri dari beberapa lapisan bahan kemasan yang memiliki fungsi melindungi terhadap kontaminasi cahaya secara langsung dan kontaminasi udara serta uap air yang dapat merubah rasa dan daya tahan produk. Lapisan lain berfungsi media yang dapat dicetak.
Berikut contoh penggunaan spec pada kemasan fleksibel packaging :
http://kemasan.net/j2/images/spec-FP.png" width="895" height="560" border="0">
MATERIAL KEMASAN FLEKSIBEL, terbagi menjadi 4 yang di sesuaikan dengan fungsinya,

1. Material untuk printing / main substrate
2. Material untuk barrier
3. Material untuk heat seal
4. Material untuk melekatkan material – material di atas termasuk adhesive
http://kemasan.net/j2/images/material01.png" width="920" height="670" border="0">
Spesifikasi Kemasan Flexible ditentukan oleh :
1.  Jenis Isi
2.  Mesin Pengisi
3.  Berat Isi
4.  “Shelf Life” (masa sampai kadaluwarsa)
5.  Harga Jual
6.  Peredaran, Distribusi, dan Cara Penjualan
7.  Keinginan Khusus seperti, mudah disobek, bisa ditutup kembali, bisa berdiri, dll.
 http://kemasan.net/j2/images/material02.png" width="897" height="521" border="0">
kurang lebih itu sedikit ulasan mengenai flexible packaging
Terima kasih juga kepada MAS DANI, yang sedikit banyak berbagi mengenai Ilmu-nya sehingga bisa kita SHARING ke UKM di Indonesia.  semoga yang sedikit ini dari kami dapat memberi warna kemasan di Negeri Tercinta ini

sumber :www.kemasan.com
SALAM KEMASAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kreatif untuk kemasan Inovatif

Kreatif untuk kemasan Inovatif 24 July 2012   Sejarah Kemasan Tentu, kita orang pengen produk yang kita jual tampil cantik, ...