Salam Kemasan

Sahabat
AA Packaging, kerap kali kita sebagai pengusaha pemula selalu
menganggap bahwa produk harus nomor satu, sedangkan masalah kemasan acap
kali kurang mendapatkan perhatian yang serius, ini bukan hanya melanda
pengusaha pemula saja namu yang sudah berkiprah puluhan tahunpun masih
banyak kita jumpai kurang tepat sasaran menggunakan jenis kemasan sesuai
dengan produknya.
Sebagai
contoh, ketika kita membeli gorengan, ngomong-ngomong mengenai gorengan
sejanak terbayang lezatnya tempe mendoan beserta sambal petis yang
nyaman heee.... apalagi gorengannya kriuk kriuk terasa lumer dimulut
hee.... tapi jangan-jangan minyaknya dikasih plastik, hee..... tapi
bukan itu topik bahasan yang akan kami sampaikan, kembali lagi ke
gorengan, umumnya gorengan yang panas dihimpun/ dibungkus memakai tas
kresek ada yang warna putih, juga ada yang warna hitam, namun sebelum
dimasukkan kedalam tas kresek, biasanya oleh pedagang dialasi dengan
koran bekas atau kertas yang lain. jujur jika ditinjau dari ilmu
kesehatan dan kemasan, mungkin kita akan 1000 kali mau mengkonsumsi
gorengan tersebut, untungnya kita tidak tahu/ kurang cukup informasi
mengenai material kemasan dan ilmu kesehatan, sehingga gorengannyapun
asik asik aja kita nikmati.

Ditinjau
dari ilmu per-plastik-an jie.... kayak profesor saja, hee.... ehem
....siap siap yaaa..... ntar ngga mau beli gorengan lagi, pada umumnya
material akan melumer pada suhu antara 120 sd 135 derajad celcius,
padahal seperti yang kita tahu titik didih minyak adalah 300 derajad
celcius.
Ketika
gorengan diangkat dan dimasukkan kedalam tas kresek, dimungkinkan
sekali terjadi sentuhan fisik antara produk dan kemasan, tidak menutup
kemungkinan, jika produk bersentuhan dengan material kemasan, akan
terjadi migrasi material kemasan ke produk dan hal ini akan membahayakan
bagi kesehatan.
Disisi
lain penggunaan kertas bekas (mis: Koran) sangat berbahaya juga bagi
kesehatan, sebab dengan adanya kontak fisik secara langsung dengan
produk, apalagi panas dan berminyak, akan menjadi media penghantar tinta
menyatu dengan produk, yang pada akhirnya berakumulasi dan akan
menyebabkan kanker dan merugikan bagi kesehatan kita.
Begitu
pula kuah BAKSO, yang dibungkus pada plastik-plastik yang lazim
digunakan pedagang Bakso, apakah sudah sesuai dengan standar kesehatan,
apakah plastik yang digunakan sudah cocok sepenuhnya, sehingga jika
digunakan tidak membahayakan kesehatan konsumen, oleh karena itu ada
baiknya kita simak jenis jenis plastik yang kerap kali digunakan UKM
serta disampaikan juga kelemahan dan keunggulan masing masing produk.
Umumnya
hanya 4 jenis plastik yang kerapkali digunakan UKM dalam mengemas
produknya, 1. Polyethylene (PE), 2.Poliypropyline (PP), 3.Polyester
(PET) dan 4.Flexible Packaging
Polyethylene, terdapat beberapa jenis plastik ini, antara lain

LDPE
( Low Density Polyethylene) yang memiliki karakteristik mudah lengket
jika dikenai/ dipanaskan, memiliki kemapuan melindungi produk dari
kelembaban, dilain pihak LDPE ini juga memiliki kelemahan antara lain
ketahanan yang rendah terhadap minyah, ketahanan yang rendah terhadap
aroma/ bau dan memiliki permeabilitas yang tinggi terhadap gas
(permeabilitas = kemampuan yang dimiliki oleh suatu zat/ membran untuk
meloloskan sejumlah partikel yang menembus atau melaluinya), bahasa
awamnya "pori-porinya" besar sehingga produk bisa cepat melempem, kurang
lebih begitulah katanya heee....., sehingga produk produk yang
memerkukan proteksi terhadap gas dan berbau tidak cocok menggunakan
LDPE, cocoknya untuk produk-produk yang memerlukan kekuatan dan
ketahanan terhadap kelembaban dan tidak mengandung banyak minyak, mis :
Gula pasir, beras, dll (lain-lainnya cari sendiri yaa...)
Kedua
adalalah HDPE (high density polyethylene) memiliki sifat bahan yang
lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi dibanding
LDPE. selain itu HDPE juga mempunyai ketahanan terhadap kelembaban yang
sangat baik, tahan terhadap bahan kimia, serta memiliki kekuatan
terhadap hentakan yang sangat bagus, Kekuatan regangan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan bentuk – bentuk polyethylene atau plastik lainnya
. Umumnya dibuat kantong belanja maupun katong sampah

Kelemahan HDPE, dapat ditembus gas, Permebilitas yang tinggi terhadap gas, Melunak pada suhu 750C.
Disarankan hanya untuk satu kali penggunaan karena jika digunakan
berulang kali dikhawatirkan bahan penyusunnya lebih mudah bermigrasi ke
dalam pangan. Tahan terhadap suhu dari -100 hingga 200°C. soo gaes
masih ada 3 lagi jenis PE yang akan kita bahas kedepan..... keep smile
and success
Di sambung minggu depan, kalo ngga sempet minggu depannya lagi dan lagi...
SALAM KEMASAN
sumber: www.kemasan.com
sumber: www.kemasan.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar