Senin, 31 Juli 2017

Jenis Plastik yang sering digunakan UMK (part 1)

Salam Kemasan
Sahabat AA Packaging, kerap kali kita sebagai pengusaha pemula selalu menganggap bahwa produk harus nomor satu, sedangkan masalah kemasan acap kali kurang mendapatkan perhatian yang serius, ini bukan hanya melanda pengusaha pemula saja namu yang sudah berkiprah puluhan tahunpun masih banyak kita jumpai kurang tepat sasaran menggunakan jenis kemasan sesuai dengan produknya.
Sebagai contoh, ketika kita membeli gorengan, ngomong-ngomong mengenai gorengan sejanak terbayang lezatnya tempe mendoan beserta sambal petis yang nyaman heee.... apalagi gorengannya kriuk kriuk terasa lumer dimulut hee.... tapi jangan-jangan minyaknya dikasih plastik, hee.....  tapi bukan itu topik bahasan yang akan kami sampaikan, kembali lagi ke gorengan, umumnya gorengan yang panas dihimpun/ dibungkus memakai tas kresek ada yang warna putih, juga ada yang warna hitam, namun sebelum dimasukkan kedalam tas kresek, biasanya oleh pedagang dialasi dengan koran bekas atau kertas yang lain.  jujur jika ditinjau dari ilmu kesehatan dan kemasan, mungkin kita akan 1000 kali mau mengkonsumsi gorengan tersebut, untungnya kita tidak tahu/ kurang cukup informasi mengenai material kemasan dan ilmu kesehatan, sehingga gorengannyapun asik asik aja kita nikmati.
Ditinjau dari ilmu per-plastik-an jie.... kayak profesor saja, hee.... ehem ....siap siap yaaa..... ntar ngga mau beli gorengan lagi, pada umumnya material akan melumer pada suhu antara 120 sd 135 derajad celcius, padahal seperti yang kita tahu titik didih minyak adalah 300 derajad celcius.
Ketika gorengan diangkat dan dimasukkan kedalam tas kresek, dimungkinkan sekali terjadi sentuhan fisik antara produk dan kemasan, tidak menutup kemungkinan, jika produk bersentuhan dengan material kemasan, akan terjadi migrasi material kemasan ke produk dan hal ini akan membahayakan bagi kesehatan.
Disisi lain penggunaan kertas bekas (mis: Koran) sangat berbahaya juga bagi kesehatan, sebab dengan adanya kontak fisik secara langsung dengan produk, apalagi panas dan berminyak, akan menjadi media penghantar tinta menyatu dengan produk, yang pada akhirnya berakumulasi dan akan menyebabkan kanker dan merugikan bagi kesehatan kita.
Begitu pula kuah BAKSO, yang dibungkus pada plastik-plastik yang lazim digunakan pedagang Bakso, apakah sudah sesuai dengan standar kesehatan, apakah plastik yang digunakan sudah cocok sepenuhnya, sehingga jika digunakan tidak membahayakan kesehatan konsumen,  oleh karena itu ada baiknya kita simak jenis jenis plastik yang kerap kali digunakan UKM serta disampaikan juga kelemahan dan keunggulan masing masing produk.
Umumnya hanya 4 jenis plastik yang kerapkali digunakan UKM dalam mengemas produknya, 1. Polyethylene (PE), 2.Poliypropyline (PP), 3.Polyester (PET) dan 4.Flexible Packaging
Polyethylene, terdapat beberapa jenis plastik ini, antara lain
LDPE ( Low Density Polyethylene) yang memiliki karakteristik mudah lengket jika dikenai/ dipanaskan, memiliki kemapuan melindungi produk dari kelembaban, dilain pihak LDPE ini juga memiliki kelemahan antara lain ketahanan yang rendah terhadap minyah, ketahanan yang rendah terhadap aroma/ bau dan memiliki permeabilitas yang tinggi terhadap gas (permeabilitas = kemampuan yang dimiliki oleh suatu zat/ membran untuk meloloskan sejumlah partikel yang menembus atau melaluinya), bahasa awamnya "pori-porinya" besar sehingga produk bisa cepat melempem, kurang lebih begitulah katanya heee....., sehingga produk produk yang memerkukan proteksi terhadap gas dan berbau tidak cocok menggunakan LDPE, cocoknya untuk produk-produk yang memerlukan kekuatan dan ketahanan terhadap kelembaban dan tidak mengandung banyak minyak, mis : Gula pasir, beras, dll (lain-lainnya cari sendiri yaa...)
Kedua adalalah HDPE (high density polyethylene) memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi dibanding LDPE.  selain itu HDPE juga mempunyai ketahanan terhadap kelembaban yang sangat baik, tahan terhadap bahan kimia, serta memiliki kekuatan terhadap hentakan yang sangat bagus, Kekuatan regangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk – bentuk polyethylene atau plastik lainnya .  Umumnya dibuat kantong belanja maupun katong sampah

Kelemahan HDPE, dapat ditembus gas, Permebilitas yang tinggi terhadap gas,  Melunak pada suhu 750C.    Disarankan hanya untuk satu kali penggunaan karena jika digunakan berulang kali dikhawatirkan bahan penyusunnya lebih mudah bermigrasi ke dalam pangan.    Tahan terhadap suhu dari -100 hingga 200°C.  soo gaes masih ada 3 lagi jenis PE yang akan kita bahas kedepan..... keep smile and success
Di sambung minggu depan, kalo ngga sempet minggu depannya lagi dan lagi...
SALAM KEMASAN


sumber: www.kemasan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kreatif untuk kemasan Inovatif

Kreatif untuk kemasan Inovatif 24 July 2012   Sejarah Kemasan Tentu, kita orang pengen produk yang kita jual tampil cantik, ...